"Ini adalah neraka bagi semua orang, ujar James Elder.
Juru bicara UNICEF, James Elder mengatakan Gaza kini jadi kuburan massal anak-anak. UNICEF juga mengkhawatirkan jumlah kematian anak yang kini mencapai ribuan hanya dalam dua minggu.
Ia mengingatkan kembali seruan UNICEF untuk segera menghentikan pertempuran dan memungkinkan akses kemanusiaan untuk pasokan ke wilayah terisolasi tersebut. Eldar juga menyebut, anak-anak di Gaza tidak hanya berisiko akibat serangan udara, tetapi juga karena kekurangan perawatan medis yang sangat dibutuhkan.
Sebelum konfli semakin memanas sejak awal bulan ini, kata dia, lebih dari 800 ribu anak di Gaza, atau tiga perempat dari seluruh populasi anak-anak, telah diidentifikasi membutuhkan bantuan kesehatan mental dan dukungan psikologis.
Philippines Latest News, Philippines Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
UNICEF: Gaza berubah jadi kuburan anak-anakDana Anak-Anak PBB (UNICEF) menyebut Gaza sudah berubah menjadi kuburan anak-anak ketika jumlah anak-anak meninggal dunia di Jalur Gaza sejak 7 Oktober terus ...
Read more »
UNICEF Beberkan Fakta Mengerikan, Gaza Berubah jadi Kuburan Anak-AnakUNICEF menyebut Gaza sudah berubah menjadi kuburan anak-anak ketika jumlah anak-anak meninggal dunia di Jalur Gaza makin bertambah.
Read more »
UNICEF: Lebih dari 420 Anak Terbunuh atau Terluka di Gaza Setiap HarinyaDirektur Eksekutif UNICEF, Catherine Russell, memperingatkan tanpa diakhirinya permusuhan, dirinya khawatir akan nasib anak-anak di Gaza dan Israel.
Read more »
PBNU Kutuk Keras Serangan Israel ke Gaza: Hentikan Kekerasan & Ketidakadilan di GazaPBNU mengutuk aksi kekerasan yang terjadi di Palestina. Gus Yahya berharap hal itu bisa segera dihentikan.
Read more »
Bos Mossad Temui Pejabat Qatar, Bahas Pelepasan Warga Israel yang Jadi Sandera Hamas di GazaDirektur Mossad, David Barnea, ke Qatar akhir pekan lalu dan bertemu pejabat senior Qatar membahas upaya mengamankan pembebasan lebih 235 warga Israel
Read more »