Rusia Tangkap Wartawan WSJ, Ini Pesan Kremlin untuk Semua Jurnalis Asing Wartawanditangkap
jpnn.com, MOSKOW - Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa wartawan asing di Rusia tidak perlu takut jika mereka memang melakukan tugasnya dan tidak menggunakan akreditasi mereka sebagai kedok.
Komentar itu muncul sehari setelah penangkapan koresponden surat kabar The Wall Street Journal , Evan Gershkovich, yang disebut Peskov tertangkap basah karena melanggar undang-undang negara. “Pelanggaran hukum dan melampaui kegiatan yang ditentukan oleh undang-undang adalah satu hal, sementara membatasi hak jurnalis yang jujur itu hal lain. Itu akan menjadi absurd dan salah," ujar dia.
Philippines Latest News, Philippines Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Dinas Rahasia Rusia Tangkap Jurnalis WSJ Atas Tuduhan SpionaseDinas Rahasia Rusia FSB menahan jurnalis The Wall Street Journal, Evan Gershkovic, atas tudingan spionase. Pengumpulan informasi sebagai bagian dari kerja jurnalistik sering digunakan sebagai dasar penangkapan. Internasional AdadiKompas
Read more »
Rangkuman Perang Rusia Vs Ukraina: Rusia Tangkap Wartawan Mata-Mata ASRusia menuduh seorang wartawan Amerika Serikat (AS) untuk Wall Street Journal sebagai mata-mata dan menagkap serta menahannya.
Read more »
Rusia Tangkap Jurnalis Wall Street Journal Atas Tuduhan Spionase |Republika OnlinePertama kalinya sejak perang dingin, Rusia tangkap jurnalis AS
Read more »
Pengamat: Rusia tangkap jurnalis AS untuk ditukar dengan tahanan lainYaroslav Shirshikov, seorang pakar politik di Yekaterinburg, Rusia pada Kamis mengatakan bahwa ada kemungkinan penahanan jurnalis Amerika ...
Read more »
Wartawannya Ditangkap, WSJ Serukan Pengusiran Duta Besar Rusia di ASEvan Gershkovich, diyakini sebagai jurnalis asing pertama yang ditahan atas tuduhan memata-matai Rusia pasca-Soviet.
Read more »
Top 3 Dunia: AS Bekukan Aset Iran Secara Ilegal, WSJ Serukan Pengusiran Dubes RusiaTop 3 Dunia pada Jumat 31 Maret 2023 diawali oleh kabar Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan AS secara ilegal membekukan aset-aset Iran.
Read more »