Diabetes yang tidak terkontrol adalah salah satu penyebab kelahiran prematur.
Akira mengatakan jika kadar gula seseorang tinggi, maka harus diatasi dengan memberikan hormon insulin agar kadar gulanya turun. Hormon insulin mengikat gula dan menyalurkannya menjadi cadangan energi bagi tubuh manusia.
Karena ibu dan calon bayinya tidak banyak melakukan aktivitas, maka cadangan energi yang tersimpan akan berubah lama kelamaan menjadi daging."Bayinya akan membesar dan akan menyebabkan kontraksi pada ibunya sehingga ada rasa ingin melahirkan padahal belum waktunya," kata dokter yang praktik di RSAB Harapan Kita itu.Dia juga mengatakan dalam kasus ini biasanya bayi lahir dengan bobot yang lebih berat dari seharusnya meski bayi tersebut lahir secara prematur.
Akira juga mengatakan selain diabetes ada penyebab lain dari sisi medis dan non medis yang bisa menyebabkan bayi lahir secara prematur."Penyebab non medis seperti infrastruktur, masalah keterlambatan dalam perujukan, sedangkan dari sisi medis seperti infeksi, trauma, dan kekurangan fisik," kata dia. Akira meyakinkan kepada orang tua agar tidak panik dan tidak khawatir karena pemerintah sudah menyiapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional terkait penanganan bayi prematur.
Kementerian Kesehatan melengkapi puskesmas dengan alat bantu USG . Dari 10 ribu puskesmas saat ini sudah sekitar dua ribu puskesmas yang sudah dilengkapi fasilitas USG."RJPNM menargetkan nol kematian bayi pada tahun 2024, alhamdulillah sejak tahun 2020 kita sudah berada di jalan yang tepat. Insya Allah target akan terpenuhi," kata ahli pediatri itu.
Philippines Latest News, Philippines Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Kemenkes Tegaskan Sufor tidak Sebabkan Diabetes Pada AnakLonjakan kasus diabetes yang menyerang anak dengan rentang usia 10-15 tahun dinilai bukan akibat konsumsi susu formula
Read more »
Pemilu Rawan Picu Konflik, Penanganan Keamanan di Papua Mendesak DievaluasiIntensitas konflik di Papua diperkirakan akan meninggi pada saat pergelaran pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan kepala daerah (pilkada). Antisipasi perlu disiapkan untuk mencegah konflik. Polhuk AdadiKompas
Read more »
Bedaknya Dituding Picu Kanker, Johnson & Johnson Bakal Bayar Rp 132 TJohnson & Johnson (J&J) akan membayar US$ 8,9 miliar atau sekitar Rp 132,9 triliun (kurs Rp 14.936) selama 25 tahun ke depan
Read more »
Moeldoko Tak Menyerah Picu Gejolak Demokrat DaerahMoeldoko masih berupaya merebut kursi kepemimpinan Demokrat, kali ini melalui pengajuan PK ke MA. Hal itu lantas memicu reaksi kader Partai Demokrat daerah.
Read more »
Bukan Rusia-AS, 2 'Raksasa Tidur' Ini Bisa Picu Perang NuklirSenjata nuklir menjadi salah satu isu sensitif baru-baru ini. Dua negara Asia bisa jadi pemicu perang nuklir.
Read more »
Harga Beras Belum Jinak, Tiga Bulan Berturut-turut Picu InflasiJika inflasi beras terus berlangsung, risiko pelemahan daya beli pada kelompok 40 persen masyarakat pengeluaran terbawah semakin tinggi. Orang miskin dikhawatirkan bisa bertambah setelah Lebaran. Ekonomi AdadiKompas
Read more »