BPBD mengimbau warga sementara tidak melintasi jalan alternatif Bogor-Cianjur itu.
Jalan alternatif Bogor-Cianjur terdampak pergerakan tanah di Kampung Cibitung, Desa Wargajaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Staf Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor, Jalaludin, menjelaskan, pergerakan tanah dilaporkan terjadi pada Selasa . BPBD melakukan pengecekan pada Selasa malam dan melakukan penanganan pada Rabu . Jalaludin menjelaskan, pergerakan tanah terjadi karena rembesan air bergerak dengan mudah dan membawa lapisan tanah di bawahnya. Menurut dia, pergerakan tanah di Kampung Cibitung, Desa Wargajaya, Kecamatan Sukamakmur, ini sepanjang kurang lebih satu kilometer dari titik nol.
Philippines Latest News, Philippines Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Pergerakan Tanah di Sukamakmur Bogor, 4 Vila Rusak BeratHujan lebat yang turun di kawasan Sukamakmur, Kabupaten Bogor selama sepekan terakhir menyebabkan bencana pergerakan tanah. Empat vila rusak. - Halaman 1
Read more »
BPBD Cianjur: Belum Ada Laporan Dampak Gempa Magnitudo 4,0WARGA Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dikejutkan kuatnya getaran gempa pada Rabu (29/3) sekitar pukul 12.34 WIB. Sebagian warga yang sedang beraktivitas di kantor maupun di rumah, berhamburan ke luar ruangan.
Read more »
BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan Dampak dari Gempa CianjurBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menyebutkan hingga saat ini atau pukul 14.00 WIB belum menerima laporan adanya dampak kerusakan akibat bencana gempa yang berpusat di Kabupaten Cianjur, Jabar pada Rabu (29/3).
Read more »
Jalan Alternatif Bogor-Cianjur Putus Imbas Tanah Bergerak di SukamakmurTanah bergerak di Sukamakmur, Kabupaten Bogor, memutus jalur alternatif BogorCianjur. Warga terpaksa harus memutar jauh.
Read more »
Polresta Bogor Ungkap Kasus Narkotika, Terbanyak di Bogor Barat |Republika OnlineMeski tinggi kasus narkoba, tapi Kota Bogor sebagai tempat transit semata.
Read more »