Kritikan harus dibalas dengan kerja baik, bukan dengan menjadikan mereka komisaris.
Rangkaian LRT Jakarta rute Velodrome-Pegangsaan Dua melintas di Stasiun Velodrome, Jakarta Timur, Sabtu .
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia , Ujang Komarudin menanggapi kebijakan Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono yang mengangkat Ketua Forum Warga Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan menjadi komisaris PT LRT Jakarta. Dia menilai, pemberian jabatan tersebut untuk membuat para pengkritik tidak lagi bersuara.
"Saya si melihatnya ini sesuatu yang umum dilakukan oleh pejabat untuk meminimalisasi atau membungkam oleh para pengkritiknya. Dan itu terjadi di masa Orde Baru hingga masa kini, di mana kalau ada orang yang kritis di mana punDia menuturkan, ketika akhirnya Tigor menyandang sebuah jabatan makan dipastikan yang bersangkutan tidak bisa kritis lagi. Hal itu lantaran posisi yang diembannya merupakan bagian dari pemerintah daerah . Ujang pun mengkritik fenomena tersebut.
Dia menilai, kalau para pengkritik diwadahi dengan diberi jabatan semuanya maka tidak ada lagi pihak yang mengawal atau mengawasi kinerja pemda."Ini mungkin cara-cara pembungkaman halus ya, menarik mereka yang kritis menjadi komisaris agar mereka tidak bersuara lagi. Sebab bila sudah menjadi komisaris, mereka sudah menjadi bagian dari pihak yang mengkritiknya tadi," ujar Ujang.Dia pun berpesan kepada para pejabat untuk ke depannya, lebih baik merespon kritikan secara objektif.
Diketahui, Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono melalui Keputusan Para Pemegang Saham di Luar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT LRT Jakarta tertanggal 21 Maret 2023, memilih"Maka bersama ini disampaikan bahwa terhitung tanggal tersebut terdapat pergantian susunan Dewan Komisaris PT LRT Jakarta," kata Corporate Secretary PT LRT Jakarta Sheila Indira Maharshi dalam keterangan tertulis yang diterimaAdapun susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT LRT Jakarta saat...
Philippines Latest News, Philippines Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Pengamat Sebut Larangan Bukber PNS Diskriminatif, Kenapa?Pengamat Sebut Larangan Bukber PNS Diskriminatif, Kenapa?
Read more »
Marak Tabrak Belakang di Jalan Tol, Pengamat Sebut Belum Terlaksananya Zero Odol Jadi PenyebabPengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan tabrak belakang di jalan tol sering terjadi. Penyebabnya karena belum rerwujudnya kebijakan zero odol atau over dimension and over load.
Read more »
Pengamat Sebut Khofifah Berpeluang Besar Jadi Cawapres Anies, Asal Bisa Kondisikan Demokrat dan PKS - Tribunnews.com'Kan Khofifah maju (Pilgub Jatim 2018) tanpa persetujuan PKB, juga bisa-bisa saja, selama ini kan menjadi gubernur Jatim tidak didukung PKB juga,' tandasnya. (ist) Khofifah Cawapres2024 via tribunnews
Read more »
Pengamat Sepak Bola Sebut Erick Thohir Jadi Ketum PSSI Gara-gara Tragedi KanjuruhanTowel mengatakan dalam ranah sepak bola yang mengambil keuntungan dari tragedi Kanjuruhan adalah Erick Thohir.
Read more »
Larangan Bukber Pejabat dan ASN Terus Tuai KritikanKontroversi larangan bukber pejabat negara masih mengemuka. Kali ini, protes terdengar dari mantan petinggi NU dan disambut adem-adem saja oleh pemerintah.
Read more »
Aksi Ria Ricis Santap Makanan di Dalam Air Sambil Berenang Banjir Kritikan PedasRia Ricis bagikan video singkat perlihatkan dirinya tengah asyik menyantap beberapa buah saat sahur sambil berenang. Sayangnya, aksi Ria Ricis ini malah kembali menuai kontroversi hingga hujatan membanjirinya.
Read more »