Tentara Israel telah menyerbu Rumah Sakit Al-Shifa, menurut keterangan saksi mata. Padahal ada ribuan orang berlindung di RS terbesar di Gaza tersebut.
"Tentara menembakkan bom asap yang menyebabkan orang-orang mati lemas," kata Khader Al-Zaanoun, seorang warga Gaza kepada wartawan BBC, Rushdi Abu Alouf."Saya melihat enam tank di dalam rumah sakit dan lebih dari 100 tentara komando. Mereka memasuki unit gawat darurat utama, beberapa tentara mengenakan masker dan berteriak dalam bahasa Arab 'jangan bergerak, jangan bergerak'.
Dalam sebuah pernyataan di media sosial, Pasukan Pertahanan Israel mengatakan pasukan mereka "mencakup tim medis dan penutur bahasa Arab, yang telah menjalani pelatihan khusus untuk mempersiapkan diri menghadapi lingkungan yang kompleks dan sensitif ini." Kirby mengatakan AS memiliki informasi intelijennya sendiri, yang diperoleh dari berbagai sumber, yang menunjukkan bahwa Hamas dan kelompok Jihad Islam menggunakan rumah sakit di Jalur Gaza dan terowongan di bawahnya untuk menyembunyikan operasi militer dan menyandera tawanan.Ini adalah pertama kalinya AS secara independen mendukung klaim sekutu dekatnya, Israel, bahwa Hamas menggunakan rumah sakit untuk menyembunyikan fasilitas militer.
"Untuk lebih jelasnya, kami tidak mendukung penyerangan ke rumah sakit dari udara dan kami tidak ingin melihat baku tembak di rumah sakit di mana orang-orang yang tidak bersalah, orang-orang yang tidak berdaya, orang-orang sakit yang hanya berusaha untuk mendapatkan perawatan medis yang layak mereka dapatkan, malah terjebak dalam baku tembak. Rumah sakit dan pasien harus dilindungi," ujarnya.
"Di sekitar rumah sakit ada banyak jenazah yang tidak bisa ditangani, bahkan tidak dikuburkan atau dibawa ke kamar mayat," ujarnya. "Rumah sakit tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Rumah sakit ini hampir seperti kuburan," tambah Lindemeier.Para korban meninggal dunia akibat gempuran Israel tergeletak di depan RS Al Shifa, Gaza, mengingat rumah sakit tersebut tidak punya lagi kapasitas dan minim sumber daya listrik.
"Listrik diputus oleh pasukan Israel yang menargetkan generator, yang menyebabkan pembusukan mayat-mayat karena kita melihat cacing keluar dari mereka," kata Al-Barsh kepada BBC Arabic."Kami mencoba berkoordinasi dengan pasukan Israel agar kami diizinkan menguburkan jenazah di dalam rumah sakit, namun siapa pun yang mencoba keluar dari rumah sakit akan langsung ditembak," ujarnya.
Puluhan bayi baru lahir lainnya saat ini tidak menerima perawatan yang diperlukan dan Dr Marwan mengatakan dirinya khawatir bahwa "kami akan kehilangan nyawa semua bayi". "Ini adalah undangan terbuka kepada komunitas internasional dan bahkan kepada Israel. Mereka berada di dekat rumah sakit Shifa. Mengapa tidak masuk ke Rumah Sakit Shifa dan melihatnya?
" tidak ada artinya. Ini akan menyalakan generator kami hanya selama setengah jam," jelasnya kepada BBC. Sarbini mengatakan pasokan bahan bakar yaitu solar sudah habis. Begitu juga dengan persediaan obat-obatan, makanan, minuman menipis.Situasi seperti ini membuat rumah sakit lumpuh. Sebelumnya, juru bicara militer Israel, Daniel Hagari, mengeklaim bahwa Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia yang didanai oleh LSM asal Indonesia dan juga diresmikan pada tahun 2016, dibangun di atas fasilitas Hamas. Ada fasilitas teroris bawah tanah di sana sebelum rumah sakit itu dibangun, jelasnya.
Iqbal menambahkan, RS Indonesia justru merupakan satu dari segelintir fasilitas kesehatan yang masih berfungsi di Gaza di tengah jumlah korban serangan Israel yang terus bertambah setiap harinya.Kepala Presidium MER-C Dr Sarbini Abdul Murad mengatakan Israel melakoni pembohongan publik terkait tuduhan bahwa RS Indonesia membuat bunker untuk solar.
"Apa yang dituduhkan oleh Israel bisa jadi ini suatu prakondisi untuk melakukan serangan ke RS Indonesia di Gaza," ungkapnya.RS Indonesia merupakan satu dari segelintir fasilitas kesehatan yang masih berfungsi di Gaza di tengah jumlah korban serangan Israel yang terus bertambah setiap harinya, kata juru bicara Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal.
"Saat ini, ada Gaza Utara dan Gaza Selatan," kata juru bicara militer Israel, Daniel Hagari, kepada wartawan pada Minggu .Menurutnya, Israel masih "mengizinkan koridor" bagi para penduduk Jalur Gaza bagian utara dan Kota Gaza untuk menuju ke daerah selatan. Foto-foto dari tempat kejadian menunjukkan gempuran Israel menyebabkan kawah besar dan sejumlah bangunan di sekitarnya ambruk. Beberapa foto lainnya menunjukkan korban tewas mencakup anak-anak.Ribuan ton bantuan siap disalurkan ke Gaza, apa saja yang dibutuhkan warga Palestina?
Badan PBB tersebut memiliki 16 sekolah di kamp tersebut, kata Al-Rifai, "jadi saya berani mengatakan bahwa rekan-rekan saya di sekolah ini - para guru, pendidik - mengenal sebagian besar anak-anak di kamp ini sehingga ini adalah momen yang sangat sulit bagi mereka." Dia mengatakan militer Israel telah menyerang di antara bangunan, menargetkan kompleks terowongan di bawahnya. Runtuhnya terowongan tersebut, kata dia, menyebabkan bangunan di sekitarnya ambruk. Hal ini, katanya "tidak dapat dihindari".Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan dirinya menolak melakoni gencatan senjata dengan Hamas. Alih-alih berdamai, Netanyahu menyatakan "ini waktunya untuk berperang".
Dia menggambarkan tahap kedua sebagai pertempuran lanjutan saat pasukan bekerja untuk "menghilangkan kantong-kantong perlawanan".
Philippines Latest News, Philippines Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Tentara Israel Menyerbu Masuk Kompleks Rumah Sakit Al Shifa di Gaza, Korban Sipil BerjatuhanTentara Israel hari Rabu dini hari, (15/11/2023) menyerbu masuk kompleks RS Al Shifa di Gaza, mengklaim melakukan 'operasi yang tepat dan terarah melawan Hamas'
Read more »
Serbuan Darat Intai Gaza, Israel Siapkan 4 Divisi Tentara Perkuat 31 Batalion di Perbatasan GazaMiliter Israel mengirimkan empat divisi pasukan serta tank ke perbatasan Gaza, bergabung dengan 31 batalion yang sudah berada di daerah tersebut
Read more »
Fakta 'Mini Gaza', Kota Hantu di Gurun Tempat Latihan Tentara Israel Sebelum Masuk Gaza SungguhanBerikut fakta-fakta kota hantu di gurun yang disebut tentara Israel sebagai 'Mini Gaza', tempat Pasukan Israel berlatih untuk perang perkotaan
Read more »
Israel Ungkap Telah Membelah Dua Gaza, Tandai Gempuran yang akan Kian Parah untuk Hancurkan HamasMiliter Israel mengungkapkan telah membelaH dua Kota Gaza menjadi Gaza Selatan dan Gaza Utara.
Read more »
Perang Hamas-Israel di Gaza, Satu Tentara Israel Tewas Ditembak Rudal Anti-TankMiliter Israel mengungkapkan salah satu tentaranya tewas dalam pertempuran darat dengan Hamas di Gaza.
Read more »
Update Perang Israel-Hamas Hari ke-27: 16 Tentara Israel Tewas dalam Pertempuran Sengit di GazaKematian terbaru ini menjadikan jumlah tentara IDF yang terbunuh sejak Hamas melancarkan serangan mendadak terhadap Israel menjadi 320 orang.
Read more »