Membangun 'cultural resilience' pendidikan ala Ki Hadjar Dewantara

Philippines News News

Membangun 'cultural resilience' pendidikan ala Ki Hadjar Dewantara
Philippines Latest News,Philippines Headlines
  • 📰 antaranews
  • ⏱ Reading Time:
  • 74 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 33%
  • Publisher: 78%

Pendidikan di era 4.0 yang ditandai dengan berkembang pesatnya teknologi informatika dan internet mendatangkan tantangan yang semakin kompleks. Melalui gawai ...

Oleh Risi Grisna Yurika, S.Pd, M.Pd.*)OIKN adakan pelatihan kepada kepala sekolah dan tenaga pendidik di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara untuk mengembangkan konsep pendidikan model baru di Kota Nusantara

Kebudayaan antarbangsa saling berjumpa dan berdesakan sehingga kemudian terdapat kebudayaan yang bertahan bagi yang memiliki ketahanan kebudayaan yang tinggi, punah bagi yang ketahanan budaya lemah, atau muncul budaya baru bagi ketahanan kebudayaan yang tinggi dan terbuka. Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia, pada tahun 1956 sebetulnya telah mengungkapkan kekhawatiran serupa dan menawarkan alat untuk mengatasinya. Ketika itu memang belum ada istilah cultural resilience tetapi spirit yang ditawarkan Ki Hajar Dewantara telah mampu menangkap persoalan tersebut.

Ki Hadjar Dewantara percaya bahwa benar, Bangsa Indonesia harus meniru segala apa yang baik dari negeri manapun. Ambilah sifat-sifat dasar yang ada di seluruh dunia, yang dapat mengembangkan atau memperkaya kebudayaan nasional Indonesia. Dengan demikian, rakyat jangan hanya meniru kebudayaan luar, tetapi diselaraskan lebih dahulu. Maksudnya, disesuaikan dengan rasa dan keadaan hidup Bangsa Indonesia. Inilah yang dinamakan “menasionalisasikan” budaya luar.

Para tokoh tersebut ketika masih anak-anak dan pemuda-pemuda hidup di rumah keluarganya masih dapat mengecap suasana kultural serta mendapat pengaruh dari berbagai tradisi kebudayaan lingkungannya sekalipun bukan dalam bentuk pendidikan budaya modern.Bagi Ki Hadjar Dewantara, Indonesia bukan Belanda, bukan Inggris, bukan Amerika. Indonesia adalah Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Medan, Padang.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

antaranews /  🏆 6. in İD

Philippines Latest News, Philippines Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Kemendikbud luncurkan Pendidikan Berjenjang Pendidikan InklusifKemendikbud luncurkan Pendidikan Berjenjang Pendidikan InklusifKementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan program Pendidikan Berjenjang Pendidikan Inklusif dalam bentuk Modul ...
Read more »

Membangun Pendidikan Indonesia dari TimurMembangun Pendidikan Indonesia dari TimurJPNN.com : Pemerhati Pendidikan dan Ketenagakerjaan Fransiscus Go mengulas mengenai pentingnya pembangunan pendidikan atau SDM.
Read more »

Bantu Atasi Kesenjangan Pendidikan di Indonesia, Aplikasi Guruku Beri Layanan Pendidikan Non Formal BerkualitasBantu Atasi Kesenjangan Pendidikan di Indonesia, Aplikasi Guruku Beri Layanan Pendidikan Non Formal BerkualitasPendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.
Read more »

Sebanyak 26.885 guru ikuti Pendidikan Guru Penggerak Angkatan ke-10Sebanyak 26.885 guru ikuti Pendidikan Guru Penggerak Angkatan ke-10Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyebutkan sebanyak 26.885 guru mengikuti Pendidikan Guru Penggerak (PGP) ...
Read more »

Suara Jernih dari Lapangan PendidikanSuara Jernih dari Lapangan PendidikanTerkait kebijakan pendidikan, kita berharap pemerintah peka dalam mendengar suara yang jernih dari lapangan pendidikan.
Read more »

China Membangun Industri Penting untuk Memulihkan PerekonomianChina Membangun Industri Penting untuk Memulihkan PerekonomianChina berusaha menemukan jalan baru untuk memulihkan perekonomian dengan membangun industri penting bagi daya saing masa depan, seperti kecerdasan buatan dan eksplorasi ruang angkasa. China juga membuka akses ke sektor manufaktur dan jasa untuk menarik investor asing.
Read more »



Render Time: 2025-02-27 23:50:41