Hasil autopsi para korban dukun pengganda uang ditemukan senyawa kimia.
BANJARNEGARA, KOMPAS.TV - Temuan senyawa kimia dari hasil autopsi para korban dukun pengganda uang di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, disampaikan dalam konferensi pers di Mapolresta Solo, yang dipimpin langsung Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi. Sejumlah senyawa yang ditemukan diantaranya, klonidin serta potasium sianida.
Hasil autopsi membuktikan temuan tersebut sebagai penyebab kematian. racun yang digunakan tersangka Slamet Tohari alias Mbah Slamet dipadukan dengan klonidin yang merupakan obat anti hipertensi. "Organ-organ yang saya sebutkan tadi semuanya mengandung positif potasium sianida. Matinya korban karena racun sianida," ujar Kombes Slamet Iswanto, Kabid Labfor Polda Jawa Tengah.#banjarnegara #dukunpalsu #sianida
Philippines Latest News, Philippines Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Dukun Pengganda Uang tak Ingat Total Uang yang Diambil dari Para Korban |Republika OnlineDukun pengganda uang alias Mbah Slamet sudah menggunakan uang para korban.
Read more »
Daftar Korban Dukun Pengganda Uang di Banjarnegara, 12 Korban Dikubur dalam 7 Liang BerbedaAksi Tohari (45) alias Mbah Slamet dukun pengganda uang membunuh dengan sadis 12 korban akhirnya terbongkar.
Read more »
Mbah Slamet, Dukun Pengganda Uang Banjarnegara Ternyata Residivis Kasus Uang PalsuSlamet Tohari atau Mbah Slamet, dukun pengganda uang di Banjarnegara yang membunuh 12 orang ternyata seorang residivis kasus peredaran uang palsu.
Read more »
Pasutri Lampung Jadi Korban Pembunuhan Dukun Pengganda Uang di JatengDua warga Lampung turut menjadi korban Tohari atau Mbah Slamet yang merupakan dukun pengganda uang di Banjarnegara, Jawa Tengah. Mereka adalah pasutri.
Read more »
Terungkap Modus Dukun Maut Pengganda Uang Bujuk Korban Tenggak Minuman yang Ternyata RacunPelaku melakukan perbuatan tersebut karena jengkel ditagih para korban, terkait modusnya sebagai dukun penggandaan uang.
Read more »