Penyebab kasus GGAPA karena adanya cemaran bahan pelarut PG) atau PEG yang diganti dengan Etilen Glikol (EG) atau Dietilen Glikol (DEG0 oleh satu oknum perusahaan penyuplai kimia.
Namun belakangan ini semakin ditakuti ketika untuk pertama kalinya dalam sejarah di Indonesia, terjadi lonjakan penderita secara massal selama periode Januari 2022 hingga Oktober 2022.Seluruh instansi dan organisasi terkait telah melakukan investigasi dan evaluasi ulang secara menyeluruh.
Langkah-langkah yang diambil BPOM seperti intensifikasi surveilans mutu produk, penelurusan dan pemeriksaan terhadap sarana produksi dan distribusi, hingga pemberian sanksi administratif, termasuk melakukan verifikasi pemastian mutu terhadap sirop obat yang beredar. Dalam kaitannya dengan GGAPA, Prof. apt. I Ketut Adnyana, Msi., Ph.D selaku Guru Besar farmakologi – Farmasi Klinis, Institut Teknologi Bandung , menjelaskan bahwa kasus GGAPA pada tahun lalu terjadi karena adanya intoksikasi obat yang tercemar oleh EG/DEG yang melebihi ambang batas sehingga berdampak masal.
Kini, produk sirop obat yang sudah dirilis kembali oleh BPOM, bisa diresepkan kembali oleh dokter dan bisa dikonsumsi masyarakat dengan tenang selama mengikuti aturan pakai. Namun dengan tidak adanya lagi kasus GGAPA masal sejak dirilisnya produk sirop obat oleh BPOM bulan Desember tahun lalu membuktikan keamanan produk tersebut.Dengan demikian pasien dan orangtua tidak perlu lagi khawatir dan dianjurkan untuk membeli sirop obat di apotek resmi, baik yang berdasarkan resep dokter ataupun untuk pembelian obat bebas.
Philippines Latest News, Philippines Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Perbaikan Tak Menyeluruh, Pedagang Tak Perlu DirelokasiDinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi menjamin perbaikan Pasar Besar Ngawi (PBN) tanpa diikuti boyongan pedagangnya. Sebab perbaikan guna mengoptimalisasi operasional pasar semimodern itu tidak menyeluruh.
Read more »
Ditemukan Kasus Positif Flu Burung di Sumedang, Disnakan Minta Masyarakat Tak Panik Jelang Ramadhan - Tribunjabar.idKepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sumedang, Nandang Suparman mengatakan kasus unggas mati mendadak itu tidak bisa digeneralisasi terjadi di seluruh Sumedang, sebab kasusnya hanya terjadi di Girimukti dan itu telah ditanggulangi. (ld)
Read more »
Cerita Luhut Anak Sopir Bus Sibualbuali, Ibu Tak Tamat SD, Kini Jadi Menteri'Apapun yang kita lakukan, pendidikan adalah kunci. Saya adalah anak seorang sopir,' kata Luhut.
Read more »
Sultan Menjajal Becak Listrik, Mengayuhnya Kini Tak Lagi BeratJogja akan segera memiliki becak bertenaga penguat listrik. Gubernur DIY Sultan HB X telah menjajal salah satu proyek pencontohan.
Read more »
Jokowi Sebut Pembangunan Kini Tak Hanya Jawa Tapi Indonesia SentrisPresiden Joko Widodo memastikan, program pembangunan Indonesia, saat ini tidak hanya berfokus di Pulau Jawa. Jokowi menyebut pembangunan Indonesia sentris.
Read more »
Tak Perlu Transit, Bandara Hang Nadim Batam Buka Penerbangan Langsung Batam-BandungBandara Hang Nadim Batam membuka penerbangan langsung Batam-Bandung tanpa perlu transit di Jakarta.
Read more »