IDI: Insentif Nakes di Daerah Terpencil Belum Jadi Perhatian

Philippines News News

IDI: Insentif Nakes di Daerah Terpencil Belum Jadi Perhatian
Philippines Latest News,Philippines Headlines
  • 📰 liputan6dotcom
  • ⏱ Reading Time:
  • 56 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 26%
  • Publisher: 83%

Insentif tenaga kesehatan (nakes) di daerah terpencil belum menjadi perhatian Pemerintah.

Liputan6.com, Jakarta Insentif tenaga kesehatan di daerah terpencil, terutama di 3T dinilai oleh Ikatan Dokter Indonesia belum menjadi perhatian Pemerintah. Problem insentif nakes termasuk kendala yang harus dibenahi, baik di pemerintah pusat maupun daerah.

“Problem-problem terkait dengan tenaga kesehatan di daerah cukup banyak. Problem yang pada waktu kami di Maluku Utara, salah satunya mereka sudah tidak ada lagi insentif,” tuturnya saat sesi ‘Public Hearing RUU Kesehatan Bersama Dinkes Seluruh Indonesia, IDI dan PDGI’ di Gedung Kemenkes RI Jakarta, ditulis Selasa .

Kemudian dalam kaitannya dengan RUU Kesehatan ini bahwa memang kesehatan adalah hak fundamental dan hak konstitusional setiap warga negara. Ini menjadi kewajiban dari negara untuk melindungi dan menyediakan lingkungan sehat serta sarana prasarana kesehatan bermutu. Hal ini menyusul setelah mendengar masukan dari berbagai pihak. Sebagai tindak lanjut akan dilakukan penyesuaian Keputusan Menteri Kesehatan terkait dengan besaran Bantuan Biaya Hidup yang akan diterima oleh peserta internsip yang akan berlaku mulai tahun 2023.

“Oleh karena itu, melalui Program Internsip diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan agar masyarakat di daerah yang selama ini sulit memeroleh pelayanan kesehatan dapat mengakses dokter, dokter gigi dan layanan kesehatan,” lanjut Budi Gunadi.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

liputan6dotcom /  🏆 4. in İD

Philippines Latest News, Philippines Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Nakes RSUD Abepura Tuntut Pembayaran Insentif Covid-19, Dokter Daisy Merespons, SimakNakes RSUD Abepura Tuntut Pembayaran Insentif Covid-19, Dokter Daisy Merespons, SimakTotal insentif Covid-19 yang belum dibayarkan untuk bulan Juli sampai Desember 2020 sebesar Rp 12.924.101.732.
Read more »

LKPD dari 38 Pemerintah Daerah Diserahkan Serentak oleh Gubernur dan Kepala Daerah ke Perwakilan BPK JatimLKPD dari 38 Pemerintah Daerah Diserahkan Serentak oleh Gubernur dan Kepala Daerah ke Perwakilan BPK JatimLKPD dari 38 pemerintah daerah diserahkan langsung oleh Gubernur dan Kepala Daerah dari 37 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur ke BPK
Read more »

Cuaca Jawa Timur 27 Maret 2023, Seharian Hujan Ringan Hingga Lebat di Wilayah BerikutCuaca Jawa Timur 27 Maret 2023, Seharian Hujan Ringan Hingga Lebat di Wilayah BerikutBerikut ramalan cuaca hari ini khusus daerah-daerah di Jawa Timur beserta imbauan penting untuk masyarakat.
Read more »

Cuaca Jawa Timur 28 Maret 2023, Pagi-Malam Hujan Ringan Hingga LebatCuaca Jawa Timur 28 Maret 2023, Pagi-Malam Hujan Ringan Hingga LebatBerikut ramalan cuaca hari ini khusus daerah-daerah di Jawa Timur beserta imbauan penting untuk masyarakat.
Read more »

Disorot IDI Gegara Biaya STR Rp6 Juta, Menkes Budi: Saya Kasihan DokternyaDisorot IDI Gegara Biaya STR Rp6 Juta, Menkes Budi: Saya Kasihan DokternyaMenkes Budi Gunadi merasa kasihan dengan dokter yang harus mengeluarkan biaya urus STR sampai Rp6 juta.
Read more »

Kewenangan IDI Dinilai Terlalu Besar dalam UU KesehatanKewenangan IDI Dinilai Terlalu Besar dalam UU KesehatanIkatan Dokter Indonesia dinilai terlalu memonopoli praktik kedokteran dengan berdasarkan pada undang-undang kesehatan yang lama. Maka, perlu RUU Kesehatan untuk menyesuaikan dengan kondisi dunia kesehatan saat ini. Kesehatan AdadiKompas
Read more »



Render Time: 2025-04-06 21:34:55