Pencurian buah kopi sangat memukul petani yang ingin mengubah nasib di tengah melonjaknya harga biji kopi saat ini.
Pemilik merek dagang Kopi Benua, Jono Darma Putra, sedang menjemur biji kopi arabika asal Semendo, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, yang ada di pabrik Kopi Benua, Palembang, Selasa .robusta di Sumatera Selatan pada musim panen kali ini juga turut memancing munculnya pencuri buah kopi. Kondisi itu menyebabkan para petani cemas. Bahkan, ada beberapa petani yang menjadi korban pencurian dengan kerugian jutaan rupiah.Biji dari buah petik merah dijual Rp 100.000-Rp 120.
Pencurian kopi banyak terjadi di kebun-kebun yang jauh dari permukiman warga. Sebagian pencuri langsung memetik buah dari batang pohon, tetapi ada pula yang memotong dan membawa batang yang penuh buah. Ada juga pencuri yang mengambil karung-karung buah yang ditinggalkan oleh petani di kebun mereka.Sebagian pencuri beraksi sendirian, tapi ada juga yang berkelompok. Biasanya, mereka bergerak menggunakan sepeda motor ataupun mobil.
”Sebelumnya, kami tidak pernah merasakan harga kopi setinggi ini dan belum tentu ini terulang kembali dalam waktu dekat,” kata Novian.Dia menambahkan, dalam satu kali pencurian, petani mengalami kerugian ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah. ”Itu baru dari satu kali kejadian pencurian. Bayangkan, kalau pencurian terjadi berulang kali, bisa habis semua kopi di kebun petani. Kalau itu terjadi, bisaSelain itu, beberapa kali aksi pencurian juga menyebabkan kebun petani rusak.
Menurut Novian ataupun Budi, petani yang kebunnya berada jauh dari permukiman memilih untuk tinggal di pondok yang dibangun di sekitar kebun. Mereka hanya kembali ke rumah seminggu sekali, antara lain setiap hari Jumat karena sekaligus menunaikan ibadah shalat Jumat.”Sebenarnya, tinggal di pondok kebun juga berisiko besar. Apalagi, kalau kebun-kebun itu berada jauh dari permukiman dan dekat atau berbatasan dengan hutan, biasanya di sana masih banyak hewan buas.
Isu pencurian kopi pun menjadi perhatian serius aparat keamanan. Di Pagar Alam dan OKU Selatan, anggota kepolisian dan TNI setempat aktif mengingatkan petani untuk meningatkan kewaspadaan karena potensi pencurian kopi yang terus meningkat. Kepolisian juga sudah melarang penjualan biji basah, khususnya di Pagar Alam.
Philippines Latest News, Philippines Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Berkah Harga Kopi Melonjak, Petani Bisa Sekolahkan Anak hingga Memperluas KebunDi tengah euforia membubungnya harga kopi, petani harus tetap menjaga kualitas demi mengangkat citra kopi Sumsel.
Read more »
Daftar Terbaru Harga Emas Antam Hari Ini 4 Juni 2024, Semua Makin MahalHarga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau harga emas Antam melonjak lumayan
Read more »
Harga Gabah di Lampung di Bawah Acuan, tetapi Harga Beras Medium TinggiHarga gabah di tingkat petani sudah turun di bawah harga acuan, tetapi harga beras masih tinggi.
Read more »
Pencurian Bonsai Sedang Marak, Petani Jepang Tinggikan Tembok KebunDemi mengamankan bonsai-bonsai kesayangan yang bernilai tinggi, para petani Jepang tak cukup pasang kamera dan alarm.
Read more »
Kasus Pencurian Mobil di Kanada Melonjak 'Gila-gilaan'Kasus pencurian mobil di Kanada meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir.
Read more »
Gak Mau Kalah, Harga Tiket Kebun Bunga Fuji Masih Kebanting Aaliyah MassaidBerikut adalah perbandingan tiket kebun bunga yang didatangi Fuji dan Aaliyah Massaid.
Read more »