Gaza: Apa saja hambatan historis yang menghalangi tercapainya perjanjian damai Israel-Palestina?

Philippines News News

Gaza: Apa saja hambatan historis yang menghalangi tercapainya perjanjian damai Israel-Palestina?
Philippines Latest News,Philippines Headlines
  • 📰 BBCIndonesia
  • ⏱ Reading Time:
  • 196 sec. here
  • 5 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 82%
  • Publisher: 50%

Konflik Israel-Palestina telah mencapai salah satu momen terburuk dengan lebih dari 11.000 warga Palestina tewas. Apa saja hambatan historis yang menghalangi tercapainya perjanjian damai Israel-Palestina?

Konflik Israel-Palestina telah mencapai salah satu momen paling buruk dalam sebulan terakhir - sampai hari ini. Lebih dari 11.000 orang tewas, sementara tanda-tanda berakhirnya konflik belum jelas, dan perdamaian nampaknya semakin menjauh.

Dalam beberapa tahun terakhir, perluasan permukiman Yahudi di Tepi Barat, dan konflik internal di pihak Palestina, serta kurangnya kemauan politik masing-masing pihak telah mempersulit bagi dua negara - Palestina dan Israel - yang memungkinan hidup bersama secara damai.Ketika Perjanjian Oslo ditandatangani pada 1993, ada sekitar 110.000 permukiman Yahudi di Tepi Barat, dan sektar 140.000 di Yerusalem Timur.

Tapi, Israel tidak melihatnya seperti itu, dan menganggap semua permukiman yang disahkan adalah legal. Menurut B'Tselem, pos-pos tersebut, seperti permukiman lainnya, "didukung oleh pemerintah Israel, dilindungi oleh tentara Israel dan terhubung ke jaringan listrik dan pembuangan limbah oleh perusahaan infrastruktur Israel, semuanya dibiayai para pembayar pajak Israel," kata Hareuveni.

"Kantong-kantong" yang semula menjadi tempat tinggal 5,3 juta warga Palestina ini, menurut Badan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat , telah terputus satu sama lain. Bagi sebagian warga Israel, menurut Khaled Abu Toameh, seorang peneliti urusan Palestina di Pusat Kebijakan Publik Yerusalem, permukiman mungkin menjadi penghalang bagi terciptanya sebuah negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, tetapi bukan penghalang bagi perdamaian:

Hamas dibiarkan memerintah Gaza, sementara PA, yang didominasi oleh Fatah, mempertahankan kendali atas Tepi Barat. Sejak itu tidak ada pemilu ulang, dan Mahmud Abbas, presiden ANP, tetap berkuasa. Pemerintah saat ini, yang paling berhaluan kanan dalam 75 tahun sejarah Israel, telah memberikan ruang bagi Partai Zionis Religius - aliansi supremasi Yahudi yang bersekutu dengan Partai Likud pimpinan Benjamin Netanyahu - untuk berkuasa. Para menterinya percaya bahwa Israel harus mencaplok Tepi Barat.

"Ini adalah tren sampai 6 Oktober ," kata Rashidi.Kekerasan berulang yang melanda wilayah ini bukan hanya konsekuensi dari ketidakmampuan mencapai kesepakatan damai, tapi juga menjadi penghambatnya. Tahun lalu merupakan tahun paling mematikan bagi warga Palestina di Tepi Barat, menyusul peningkatan kasus kekerasan yang dilakukan para pemukim, "yang merupakan salah satu elemen paling ekstremis dalam masyarakat Israel, yang menganggap seluruh Tepi Barat sebagai milik mereka yang sah," ujar peneliti dari Chatham House tersebut.

Hamas, kata analis tersebut, "telah menghancurkan proyek nasional Palestina dan aspirasi untuk solusi dua negara, karena telah mengirimkan pesan kepada orang-orang Yahudi Israel bahwa orang-orang Palestina tidak benar-benar tertarik pada perdamaian."Mayoritas korban di kedua sisi konflik adalah warga sipil, seperti salah satu penghuni rumah di Nir Oz yang diserang oleh milisi Hamas pada 7 Oktober.

"Apakah mitra kami di Tepi Barat, PLO dan Mahmoud Abbas, akan memberi kami jaminan? Apakah kita tidak akan membiarkan Iran atau Hamas atau Jihadis Islam mendominasi bandara Ben Gurion dari atas bukit?" Dewan Keamanan PBB, sesuai dengan konsensus internasional, telah menyatakan aneksasi ini batal demi hukum dalam berbagai kesempatan. Sebagian besar negara yang memiliki hubungan dengan Israel telah membuka kedutaan besar mereka di Tel Aviv.

Titik sengkarut historis lainnya adalah permintaan Palestina agar pengungsi dan keturunan mereka di negara-negara tetangga, yang diperkirakan oleh UNRWA mencapai 5,9 juta orang, dapat kembali ke tanah asalnya. Hal ini telah ditolak Israel sejak awal. Namun di Oslo, perbedaan pendapat mengenai kembalinya para pengungsi menjadi salah satu alasan yang membuat negosiasi terhenti.

Namun, menurut profesor dari University of California ini, situasi di Tepi Barat, dengan ratusan ribu pemukim yang tersebar jauh di wilayah tersebut, membuat sangat tidak mungkin bagi pemerintah Israel mengambil keputusan menggusur permukiman-permukiman ini demi kompromi dua negara.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

BBCIndonesia /  🏆 42. in İD

Philippines Latest News, Philippines Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Palestina: Israel klaim membelah Jalur Gaza menjadi Gaza Utara dan Gaza SelatanPalestina: Israel klaim membelah Jalur Gaza menjadi Gaza Utara dan Gaza SelatanMiliter Israel mengeklaim telah mengepung Kota Gaza dan membelah Jalur Gaza menjadi dua. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu…
Read more »

Israel-Palestina: Ratusan warga Palestina tewas imbas serangan balik Israel di GazaSedikitnya 40 orang tewas di Israel setelah sekelompok milisi dari Gaza menyelinap ke Israel dan melancarkan serangan besar secara mendadak. Imbas dari serangan balasan Israel,198 warga Palestina meni
Read more »

Israel-Palestina: Ratusan warga Palestina tewas imbas serangan balik Israel di GazaIsrael-Palestina: Ratusan warga Palestina tewas imbas serangan balik Israel di GazaSedikitnya 40 orang tewas di Israel setelah sekelompok milisi dari Gaza menyelinap ke Israel dan melancarkan serangan besar secara…
Read more »

Israel-Palestina: Negara mana saja yang mengecam serangan Israel ke Gaza dan yang mendukung aksi Israel?Israel-Palestina: Negara mana saja yang mengecam serangan Israel ke Gaza dan yang mendukung aksi Israel?Serangan udara dan darat Israel ke Gaza menuai kecaman luas, dan beberapa negara tampaknya telah menunjukkan posisi mereka dalam pertikaian tersebut. Berikut ini adalah sikap negara-negara di seluruh dunia mengenai pertikaian Israel-Hamas, dan bagaimana mereka memberikan suara di PBB.
Read more »

Konflik Terusan Suez Pemantik Perang Israel-Palestina Rebutan Gaza, Apa Penyebab dan Kronologinya?Konflik Terusan Suez Pemantik Perang Israel-Palestina Rebutan Gaza, Apa Penyebab dan Kronologinya?Cari tahu penyebab dan kronologi konflik Terusan Suez yang diduga menjadi salah satu penyebab perang Israel-Palestina di Gaza.
Read more »

Apa Makna Slogan 'From The River to The Sea' Pro Palestina?Apa Makna Slogan 'From The River to The Sea' Pro Palestina?Serangan Israel ke wilayah Gaza, Palestina, telah menimbulkan gelombang simpati dunia bagi kemerdekaan Palestina.
Read more »



Render Time: 2025-02-26 10:16:11