Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengakui sanksi Uni Eropa terhadap Rusia mulai merembet kepada proyek-proyek migas milik RI.
Salah satunya proyek New Grass Root Refinery and Petrochemical atau Kilang Tuban yang merupakan proyek dari usaha patungan antara Pertamina dan perusahaan migas asal Rusia, Rosneft.
Berdasarkan data Pertamina, proyek kilang minyak ini ditargetkan bisa memproduksi BBM dengan standar Euro V dan menghasilkan 12,8 juta kilo liter per tahun, meliputi avtur 1,49 juta kl, diesel 5,2 juta kl, RON 92 5,95 juta, dan RON 95 0,16 juta kl.
Philippines Latest News, Philippines Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Erick Thohir Sebut 2 Potensi Sanksi FIFA untuk Indonesia: Seperti 2015 atau Sanksi Administrasi - Bola.netErick Thohir Sebut 2 Potensi Sanksi FIFA untuk Indonesia: Seperti 2015 atau Sanksi Administrasi
Read more »
Kena Sanksi Uni Eropa-Inggris, Menteri ESDM Cari Pengganti BUMN Rusia di Blok TunaPemerintah tengah mencari pengganti ZN Asia Ltd, anak usaha BUMN Rusia Zarubezhneft yang mempunyai hak partisipasi di Blok Tuna.
Read more »
Uni Eropa Ternyata Tetap Berbisnis Dengan Rusia |Republika OnlineSanksi yang diterapkan tidak membuat Uni Eropa memutus tali bisnis dengan Rusia.
Read more »
Putin Akui Dampak Negatif Sanksi Barat untuk RusiaSebelumnya, Putin bersikeras Rusia dapat beradaptasi dengan sanksi-sanksi yang dijatuhkan negara Barat.
Read more »
Terakhir Hari Ini! Segera Lapor SPT Tahunan Biar Tak Kena Denda |Republika OnlineWajib pajak yang telat melapor akan dikenakan sanksi berupa denda dan sanksi pidana.
Read more »
Video: Duh! Tekanan Sana Sini, Masyarakat Tunda Beli PropertiDuh! Tekanan Sana Sini, Masyarakat Tunda Beli Properti
Read more »