Omicron XBB 1.16 (Arcturus) kini disoroti dunia gegara diduga memicu lonjakan COVID-19 India. Ilmuwan menemukan, varian ini kebal dari proteksi vaksin COVID-19.
Duh! Ilmuwan Sebut Varian Arcturus bisa 'Lolos' Vaksin COVID-19? Diduga Lebih Kebal Subvarian Omicron XBB 1.16 atau disebut Arcturus diduga memicu lonjakan kasus COVID-19 di India. Pasalnya, rekombinan Omicron ini memiliki mutasi tambahan pada lonjakannya sehingga memiliki pertumbuhan yang lebih unggul dibandingkan varian Corona lainnya.
Hal itu diungkapkan oleh ahli terkemuka yang melacak mutasi pada Sars-COV-2. Mereka mengacu pada data Global Initiative on Sharing Avian Influenza Data , XBB.1.16 memiliki mutasi Spike S494P beredar di India dan AS . "Mutasi ini diperkirakan membuatnya lebih kebal," kata seorang ilmuwan top yang terlibat dalam jaringan pengurutan genom India, dikutip dari Times of India, Kamis .
Philippines Latest News, Philippines Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Berpotensi Picu Lonjakan Kasus Covid-19, WHO Pantau Varian Arcturus |Republika OnlineVarian arcturus merupakan nama lain dari omicron XBB.1.16.
Read more »
WHO Wanti-wanti Varian Arcturus Sudah Ada di 22 Negara, Kelompok Ini Paling BerisikoVarian COVID-19 Arcturus atau subvarian Omicron XBB 1.16 kini sudah teridentifikasi di 22 negara, termasuk India. Kelompok ini paling berisiko terinfeksi.
Read more »
2 Dosen UI Lulus Program Ilmuwan Tingkat Dunia, Teliti soal GempaDua dosen muda Universitas Indonesia (UI) lulus program kepemimpinan ilmuwan kelas dunia Science Leadership Collaborative. Begini prosesnya:
Read more »
Ditemukan! 2 Lubang Hitam Berukuran 10 Kali Matahari Mendekat ke Belahan Bumi SelatanDua lubang hitam Gaia BH1 dan BH2 terus mendekati bumi bagian selatan. Kini, ilmuwan terus melakukan penelitian
Read more »
Klorofluorokarbon Perusak Ozon Kembali Mencapai Rekor TertinggiPara ilmuwan mengungkapkan bahwa emisi klorofluorokarbon atau CFC perusak ozon yang telah dilarang penggunaannya kembali meningkat dan bisa berkontribusi meningkatkan emisi gas rumah kaca. Iptek AdadiKompas
Read more »