DPR Mengutuk Sikap AP Hasanuddin: Puncak Intelektual Bukan untuk Mencaci yang Berbeda dengan Kita: Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi mengutuk sikap dan tindakan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) AP Hasanuddin.
PIKIRAN RAKYAT – Ia mengatakan bahwa komentar yang dilontarkan AP Hasanuddin di media sosial bukan cerminan diri seorang intelek.
Ashabul menilai sikap peneliti astronomi BRIN dengan nama akun AP Hasanuddin itu mendegradasi keilmuan dan merupakan bentuk ujaran kebencian. Baca Juga: TNI AU Temui Ibu Pemotor yang Ditendang Anggota di Bekasi, Sampaikan Permohonan Maaf dan Beri Sanksi ke Pelaku Dia melanjutkan, penentuan awal Ramadhan dan bulan Syawal sejatinya bisa ditempuh melalui dua metode, yakni hisab dan rukyat. Keduanya mendapatkan legitimasi kuat dalam agama, sehingga baik hasil penetapan Muhammadiyah maupun pemerintah sama-sama dapat dibenarkan dalam tataran ijtihadi.
Philippines Latest News, Philippines Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Legislator: Peneliti BRIN AP Hasanuddin Cerminkan Sikap Intoleran dan Radikal |Republika OnlineLegislator sebut peneliti BRIN AP Hasanuddin mencerminkan sikap intoleran dan radikal
Read more »
Buntut Komentar Kebencian AP Hasanuddin, DPR Bakal Panggil BRIN |Republika OnlineKomisi VII DPR akan panggil BRIN terkait komentar kebencian Andi Pangerang Hasanuddin
Read more »
Ketua Muhammadiyah Jogja Ajak Seluruh PWPM Laporkan AP Hasanuddin |Republika OnlineKetua Muhammadiyah Yogyakarta mengajak seluruh PWPM untuk melaporkan AP Hasanuddin.
Read more »
Kepala BRIN: Sidang Etik Andi Pangareng Hasanuddin Digelar Besok |Republika OnlineKepala BRIN jadwalkan sidang majelis etik ASN untuk Andi Pangareng Hasanuddin besok.
Read more »
Peneliti BRIN AP Hasanuddin: Saya Minta Maaf |Republika OnlinePeneliti BRIN Andi Pangerang Hasanuddin mengaku minta maaf atas komentarnya di medsos
Read more »
Muhammadiyah DI Yogyakarta Desak Aparat Tindak Tegas AP Hasanuddin |Republika OnlineArif meminta warga Muhammadiyah menyerahkan dugaan ujaran kebencian ini pada polisi.
Read more »