Saham HM Sampoerna (HMSP) cenderung menjadi sorotan menjelang periode pembagian dividen.
Bisnis.com, JAKARTA – Naiknya pungutan cukai yang bikin margin bisnis PT HM Sampoerna Tbk kian tipis berpotensi mengganggu reputasi perusahaan sebagai salah satu emiten penebar dividen paling royal. Namun, riwayat yield atau tingkat pengembalian yang ditawarkan dividen HMSP dalam beberapa tahun terakhir masih jadi magnet.
Sebagai contoh, tahun lalu HMSP membagikan dividen dari tahun buku 2021 dengan nominal Rp63,3 per saham saja. Ini merupakan angka terkecil dalam Riwayat perseroan beberapa tahun terakhir. Kendati demikian, seturut rangkuman data Investing, yield yang ditawarkan dividen HMSP kala itu malah bisa tembus 6,15 persen . Rasio tersebut merupakan rekor persentase yield terbesar kedua HMSP dalam 10 tahun terakhir, hanya kalah dari catatan rasio 6,18 persen pada pembagian dividen Juni 2020 .
Philippines Latest News, Philippines Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Prospek Saham BUMN setelah Kinerja 2022 MelompatSaham-saham BUMN diprediksi makin prospektif setelah mencatatkan lompatan kinerja sepanjang 2022.
Read more »
Hari Ini Cum Dividen Saham BBCA, Direksi hingga Komisaris Kompak Telah Borong SahamJajaran direksi hingga komisaris PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) kompak memborong saham perusahaan menjelang cum dividen atau batas hak pembagian dividen.
Read more »
IHSG Ditutup Menguat, Saham ADRO-UNTR Paling CuanSaham CHEM, ADRO, hingga UNTR menjadi saham paling cuan hari ini di tengah peningkatan IHSG.
Read more »
Bursa Asia dan IHSG Melesat Tersengat Manuver Besar AlibabaIndeks saham Asia naik untuk hari kedua karena pasar saham di Jepang dan Australia juga meningkat.
Read more »
Pantes IHSG Ngegas, 10 Saham Ini Diborong AsingIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah menguat setelah sempat melemah di awal pekan ini, ini saham-saham yang diborong asing
Read more »
Wall Street Tergelincir Krisis Perbankan AS, Saham Teknologi TerimbasBursa saham Wall Street terkoreksi setelah pernyataan Pemerintah AS tentang bank-bank yang kesulitan dan menjual saham-saham yang terkait dengan teknologi.
Read more »